Pulau Miangas adalah salah satu pulau terluar dari 92 pulau
yang ada di bagian utara Indonesia, termasuk dalam desa Miangas, Kecamatan
Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Pulau ini merupakan salah
satu pulau yang tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan
langsung dengan Fillipina sehingga Pulau Miangas disebut sebagai pulau
perbatasan dan berfungsi sebagai pos pelintas batas Indonesia dengan Fillipina
yang dikenal dengan sebutan Border Crossing Agrement (BCA). Pulau
Miangas luasnya sekitar 3,2 km², jarak pulau dengan Kecamatan Nanusa adalah 145
mil dan lebih dekat dengan Pulau Davao di Fillipina sekitar 48 mil. Jarak Pulau
Miangas ke Manado sekitar 274 mil laut dan sekitar 60 mil laut dari Melonguane
(Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud). Pulau Miangas dihuni oleh 700 penduduk
yang mayoritas adalah Suku Talaud yang telah melakukan perkawinan silang dengan
warga Fillipina karena kedekatan jarak Pulau Miangas dengan Fillipina. Letak
geografis Pulau Miangas adalah 5°33'20.835" Lintang Utara dan
126°35'6.827" Bujur Timur terdapat pada TD No. TD.056 dan Pilar Pendekat
No.TR.056, telah terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pulau terluar
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pulau Miangas
tersusun dari batuan sedimen dan batuan gunung api yang beralaskan batuan
ulframafik dan melange (bancuh). Batuan ini terbentuk dari lapisan bumi
yang terangkat karena tabrakan antara lempeng Halmahera yang bergerak dari
timur dengan lempeng Sangihe yang bergerak ke barat. Pulau ini pernah menjadi
sengketa antara Fillipina dan Indonesia, di mana Fillipuna memasukkan Miangas
ke wilayahnya dengan nama La Pamas berdasarkan ketentuan konstitusi Fillipina
yang mengacu pada Perjanjian Paris (Treaty of Paris 1898), pihak Indonesia
mengklaim kepemilikan Pulau Miangas berdasarkan perundingan antara Amerika
Serikat dan Hindia Belanda. Hindia-Belanda pun mengajukan masalah kewilayahan
pulau Miangas ke Mahkamah Arbitrase Internasional yang kemudian disahkan
sebagai milik Belanda tahun 4 April 1928. Penegasan kembali kepemilikan Pulau
Miangas lebih lanjut dinyatakan dalam Protokol Perjanjian Ekstradisi
Indonesia-Fillipina mengenai Definisi Wilayah Indonesia tanggal 10 Februari
1976.
Kebijakan
Pemerintahan terhadap Pulau Miangas:
- Ir Soekarno sebagai Presiden yang selalu mengumandangkan semangat maritim justru tidak merenapkan atau mewujudkannya. Kebijakan pembangunan khusus di bidang kelautan tidak dilakukan dengan serius.
- Pada era kepemimpinan Soeharto, mengeluarkan Kepres No.44 Tahun 1994 tentang Badan Pembangunan Wilayah Perbatasan. Namun, pembangunan justru cederung lebih difokuskan pada daratan yang mengejar program swasembada pangan dan meningkatkan hasil rempah-rempah yang saat itu menjadi incaran dunia.
- Pada era Abdurrahman Wahid dibentuklah Kementerian Perikanan dan Kelautan. Optimasi potensi laut sudah terlihat.
- Pada era Susilo Bambang Yudhoyono ada peresmian Gudang Beras pada awal Januari 2007 atas permintaan warga Minangas dan pembentukan Peraturan Pemerintahan No.62 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil terluar (PPKT)
- Pada masa kepemimpinan Joko Widodo dalam melaksanakan program Nawacita yaitu pemerataan pembangunan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan merencanakan pembangunan bandara di Pulau Miangas dalam upaya meningkatkan kesatuan NKRI. Fungsi bandar udara tersebut agar setiap wilayah mendapatkan kesamaan dalam perlakuan ataupun keadilan.
Pemerintahan tentu bertindak dalam
mempertahankan dan menjaga pulau ini dari klaim negara lain yaitu membentuk Tim
Koordinasi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar untuk mengkoordinasikan dan
merekomendasikan penetapan rencana dan pelaksanaan serta pengelolaan
pulau-pulau kecil terluar. Pembangunan infrastruktur pertahanan juga dilakukan
yang digunakan untuk menempatan personel TNI, pelaksanaan patroli, pengintaian
dan pengamanan baik laut maupun udara.
- Monalisa. 2013. Miangas, yang Terdepan yang Tertinggal. http://www.antaranews.com/berita/376039/miangas-yang-terdepan-yang-tertinggal (diakses Rabu, 6 April 2016 pukul 22.07 WIB)
- Neraca. 2012. Industri Maritim Butuh Kebijakan Kuat. http://www.kemenperin.go.id/artikel/10025 /Industri-Maritim-Butuh-Kebijakan-Kuat (diakses Rabu, 6 April 2016 pukul 22. 45 WIB)
- Ramidi. 2015. Perundingan Panas Batas Miangas. http://www2.gresnews.com/berita/politik/172997-perundingan-panas-batas-miangas/2/ (diakses Kamis, 7 April 2016 pukul 09.57 WIB)
- N.N. Pulau Miangas. http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/pulau_info/306 (diakses Kamis, 7 April 2016 pukul 10.10 WIB)
- Diputra, Rizka. 2015. Tujuh Gebrakan Menteri Jonan Wujudkan Indonesia-sentris. http://news.okezone.com/read/2015/12/31/337/1278104/tujuh-gebrakan-menteri-jonan-wujudkan-indonesia-sentris (diakses Kamis, 7 April 2016 pukul 10.18 WIB)
- Aghi. 2015. Bandara Miangas Bukti Perhatian Pemerintah. http://bumn.go.id/angkasapura1/berita/0-Bandara-Miangas-Bukti-Perhatian-Pemerintah (diakses Kamis, 7 April 2016 pukul 10.35)
- Yunita, E dan Kusumadewi, A. 2009. Pulau Miangas Segera Punya Lapangan Terbang. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/32666-pulau_miangas_segera_punya_lapangan_terbang(diakses Kamis, 7 April 2016 pukul 10.48 WIB)
- N.N. 2013. Negara Harus Sungguh-Sungguh Hadir di Daerah Perbatasan. http://www.batasnegeri.com/negara-harus-sungguh-sungguh-hadir-di-daerah-perbatasan-bagian-2/ (diakses Kamis, 7 April 2016 pukul 11.03 WIB)
- Kurniawan, Akbar Tri. 2011. Bank Indonesia Sisir Mata Uang Peso di Perbatasan. https://m.tempo.co/read/news/2011/06/27/087343480/bank-indonesia-sisir-mata-uang-peso-di-perbatasan (diakses Kamis, 7 April 2016 pukul 13.29 WIB)
- Burhani, Ruslan. 2010. BNN Jadikan Miangas Sumber Informasi Narkoba. http://www.antaranews.com/berita/208832/bnn-jadikan-miangas-sumber-informasi-narkoba (diakses Kamis, 7 April 2016 pukul 14.54)
oleh: Aulia Surya Putri D.
NPM: 15430022
(tugas ujian tengah semester)


Wah keren banget yah ternyata kak .. Aku baru tahu kalo ada pulau ini . nambah info banget
BalasHapusHi, Dhilla ^^ Terimakasih atas kunjungannya!
HapusKurangnya perhatian pemerintah yang mungkin menyebabkan maraknya transaksi dengan mata uang lain pada pulau tersebut. Seharusnya letak pulau yang jauh tidak mempengaruhi perhatian pemerintah terhadap masyarakat di pulau Miangas. Anyway, bahasan artikelnya menarik!!
BalasHapusArigatou, Nab! ^^v
HapusKeren artikelnya nambah pengetahuan..
BalasHapusSama mau tanya dong, diluar yg dibahas artikel itu, adakah hasil alam di Pulau Miangas yg bisa dimanfaatkan? Makasih :D
Hai, Ika! Terimakasih atas kunjungannya ya! Pulau Miangas mempunyai sumber daya alam ikan yang melimpah. Hasil sumber daya alam yang lain potensinya kurang maksimal karena infrastrukturnya yang belum lengkap ^^
HapusSo basically, artikelnya bagus. Pembahasan tentang pulau-pulau terluar Indonesia memang harus ditingkatkan. Supaya yang belum tahu jadi tahu kalau Indonesia itu seluas dan se-diverse itu.
BalasHapusKembali ke isi artikel, secara umum bahasannya sudah cukup mendetail, dengan sumber yang jelas dan data yang cukup akurat. Mungkin saya cuma mau membenarkan sedikit hal soal penulisan yah.
"... Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Fillipina sehingga pulau tersebut disebut sebagai pulau perbatasan ...."
Menurut saya, kalimat "pulau tersebut disebut" kurang efektif. Saran, mungkin kalau kalimatnya diganti "pulau Mianggas disebut" bisa terdengar lebih enak.
Selain itu, secara keseluruhan penulisan artikel sudah bagus.
Menyikapi adanya mata uang peso, memang sekiranya hal ini yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Dari kondisi geografis Pulau Mianggas yang memang lebih dekat ke Filiphina, tidak memungkiri jikalau suatu hari bisa saja penduduk Mianggas jauh lebih suka menjadi bagian dari Filiphina. Tapi semoga saja tidak, karena jika itu terjadi akan menjadi kerugian untuk NKRI.
Terakhir, kalau saya boleh berharap, semoga pemerintah memang benar-benar serius menjalankan program-program yang dibuat untuk pulau-pulau terluar Indonesia. Supaya tidak ada yang merasa diperlakukan tidak adil atau yang lebih buruk, kehilangan rasa cinta tanah air.
Makasih.
Terimakasih, Kak Yura atas koreksinya ^^a Yup, memang sangat disayangkan pemerintah tidak memberi perhatian yang lebih pada pulau ini. Dan baru akan bertindak jika negara lain melakukan klaim terhadap pulau tersebut :/
HapusBagus, nambah wawasan dan keingintahuan lebih mengenai pulau ini dan sejarahnya
BalasHapusPemerintah Indonesia saat ini perlu segera merealisasikan seperti program nawacita pak jokowi untuk mempercepat pengembangan pulau2 terluarnya secara komprehensif, termasuk pada pulau miangas, agar rasa nasionalisme masyarakat miangas tetap konsisten.
Pertanyaannya, apakah hingga saat ini filipina masih mengklaim kepemilikan pulau miangas?
Sengketa pengklaiman Pulau Miangas antara Indonesia dan Fillipina sudah berakhir sejak adanya Protokol Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Fillipina mengenai Definisi Wilayah Indonesia tanggal 10 Februari 1976. ^^
HapusKetika saya membaca isi dari artikel yang disana disebutkan bahwa "..Beberapa ancaman sudah terlihat di Pulau Miangas ini. Dari dalam, adanya klaim wilayah oleh Fillipina berdasarkan Traktat Paris ,beredarnya mata uang Peso yang mana merupakan mata uang negara Fillipina. Beberapa masyarakatnya menggunakan mata uang Peso untuk transaksi jual beli.." saya teringat kembali pada suatu wilayah di Indonesia yg berbatasan langsung dengan Malaysia, lupa dimana, tapi wilayah ini ada di Kalimantan yang mereka justru menggunakan uang Ringgit dibanding uang Rupiah padahal mereka jelas-jelas berada di Indonesia. Dan soal aksesnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari juga jauh lebih mudah ke negara tetangga dibanding ke negara asalnya sendiri. Saya agak miris sebenarnya jika hal seperti ini terulang lagi di Pulau Miangas karena ini membuktikan bahwa kekuatan Indonesia untuk menjaga pulau terluar dan daerah perbatasan masih sangat minim dan kecil, tetapi ketika saya membaca bagian ini "..Pada masa kepemimpinan Joko Widodo dalam melaksanakan program Nawacita yaitu pemerataan pembangunan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan merencanakan pembangunan bandara di Pulau Miangas dalam upaya meningkatkan kesatuan NKRI. Fungsi bandar udara tersebut agar setiap wilayah mendapatkan kesamaan dalam perlakuan ataupun keadilan." saya jadi salut dengan usaha pemerintah yang mau membangun bandara di Pulau Miangas dan saya berharap bahwa jika kebijakan ini sudah terealisasi maka akses menuju ke Pulau Miangas bisa dipermudah sehingga pembangunan kawasan Pulau Miangas ini berjalan secara maksimal seperti halnya kawasan-kawasan lainnya dan tentu saja seluruh proses pembangunannya pihak dari pemerintah Indonesia yang atur, bukan dari pihak negara lain. Karena pulau terluar merupakan suatu kasus yg kompleks karena banyak hal yg harus diantisipasi seperti yg sudah disebutkan di artikel anda tentang rawan terorisme, rawan penyelundupan narkoba, masalah perbatasan dll jadi saya sangat berharap sekali pada bantuan Pemerintah agar benar-benar serius dalam menjalankan berbagai kebijakan untuk Pulau Miangas, tidak hanya pulau Miangas saja tetapi kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar lainnya juga harus secepatnya 'diselamatkan' dengan cara membuat program-program berupa pembangunan dll agar semuanya bisa merata dan tidak ada lagi istilah bahwa tempat mereka tidak diperhatikan, tidak adanya keadilan bagi mereka dan sebagainya. Dan perlu juga bagi masyarakat yg ada di wilayah terluar seperti ini agar tetap mendapatkan pemahaman mengenai 'Indonesia' yang cukup, karena bisa saja justru mereka malah tidak tahu presiden mereka sekarang siapa, apa dasar negara yg harus mereka pahami dll hanya karena keterbatasan dalam mendapatkan informasi
BalasHapusTerimakasih, mbak Nyoman atas pendapatnya ^^. Saya pernah melihat gambar dari bakal bandaranya. Semoga bandara tersebut cepat selesai sehingga kebutuhan warga Pulau Miangas dapat terpenuhi dan tidak ada lagi kesenjangan harga sembako di sana ^^
HapusBaru tau ada kepulauan ini, kalo bisa sih dicari potensi apa yg ada di pulau ini, dan bagaimana supaya pulau ini tidak terlupakan karena pulau ini kan pulau terluar Indonesia. Lalu cara apa agar masalah dengan Filipina itu bisa selesai, biar gk kayak kasusnya Indonesia-Malaysia.
BalasHapusSebenarnya ada banyak potensi hanya saja untuk mengolah potensi tersebut kurang maksimal dan kurangnya infrastruktur yang dibangun. Pulau ini masuk dalam salah satu 92 pulau terluar di Indonesia, yang pada pemerintahan Jokowi ini ada pembangunan bandar udara sehingga tidak terlupakan begitu saja ^^ Hm sejauh ini sudah ada penyelesaian dari pihak PBB (sewaktu masa Belanda) dan Perjanjian Ekstradisi. Namun, ada kemungkinan sengketa terjadi lagi. Terimakasih atas kunjungannya! ^^
Hapuswah baru tau kalo ada kepulauan miangas. mau tanya juga, bagaimana pendapat anda tentang pulau tersebut? dan bagaimana sistem ekonomi di pulau tersebut? seperti sandang pangan juga apakah hasil yg diperoleh dari negara tetangga? dulu pernah baca juga kalo bagian perbatasan Indonesia hasil2 seperti itu ikutnya dari negara tetangga karena harganya yg lebih murah dan akses yang mudah juga. makasih sebelumnya ^^
BalasHapusMenurut saya, Pulau Miangas adalah pulau kecil terluar di Indonesia yang sebagai garda depan negara Indonesia sangat perlu diperhatikan. Sebagai garda depan tentu seperti memperlihatkan kehidupan Indonesia yang sesuai dengan Pancasila. Untuk sistem ekeonomi di sana sama dengan pusat yaitu sistem ekonomi campuran. Pulau Miangas terdapat pencampuran budaya dari Fillipina karena adanya perkawinan campuran antarwarganya. Ya, memang benar. Maka dari itu pihak pemerintah membangun fasilitas bandara ^^ Semoga hal itu cepat terwujud, ya. Terimakasih atas kunjungannya! ^^
HapusSedikit saran, lebih bagus lagi jika penulis dapat mengutarakan sedikit pendapatnya untuk artikel ini sebagai kalimat penutup secara keseluruhan. Secara keseluruhan, isi artikelnya berbobot dan memberikan informasi yang dapat diterima. Terima kasih 😊
BalasHapusBaik, terimakasih atas sarannya ^^ Semoga bermanfaat ya!
HapusMenambah pengetahuan. Untuk warga Indonesia, atau mungkin warga luar, mungkin mereka tidak tahu tentang pulau ini, dan masalah-masalahnya. Artikelnya bener-bener ngebuat saya sadar kalau orang di luar sana (Pulau Miangas), mempunyai banyak masalah, seperti masalah perbatasan, mata uang, dan lain-lainnya yang disebutkan di atas. Benar-benar membuat saya prihatin atas saudara-saudara di pulau sana.
BalasHapusUntuk yang lainnnya, saya seolah merasa membaca ini dari koran atau Wikipedia. Informatif sih, tapi bisa dong setidaknya dibuat tidak monoton dan berikan lagi pendapat penulis tentang topik ini.
Makasih untuk pengetahuannya!
Hi! Mengetahui permasalahn di atas semoga anda terpacu untuk membantu memajukan pulau terluar di Indonesia ^^ Terimakasih atas sarannya ^^
HapusThe most interesting point here for me: pengajuan Nederlands Indie kepada Mahkamah Arbitrase Internasional. Karena setelah merdeka, Indonesia mewarisi seluruh wilayah jajahan Belanda--dan pulau ini secara sah adalah milik Hindia Belanda (sebelumnya). Berarti kita memiliki asas dasar kepemilikan yang sah dibandingkan Filipina, ya, karena Filipina mengajukannya di Traktat Paris tahun 1898, sementara Nederlands Indie 'menerima' Miangas di tahun 1928. Ada pembaruan di sini, and it means that this part is ours.
BalasHapusTapi yang namanya perbatasan ... selalu ada 'cerita'. Kita memang nggak bisa sih, ya, membatasi pengaruh Filipina di sana karena penduduk setempat pasti pragmatis, kalau ternyata memakai Peso menguntungkan secara perhitungan ekonomi sederhana, pasti tetap mereka pakai. Yang bisa kita lakukan hanyalah terus memaksimalkan peranan Indonesia di sana, menambahkan fasilitas, dan mendorong warga setempat untuk terus mencintai tanah air. Kita nggak mungkin menyalahkan era Soekarno atas kurangnya perhatian pusat, karena saat itu gejolak di Indonesia terlalu besar untuk membuat Indonesia harus peduli pada area-area kecil di perbatasan ... banyak masalah historis di era itu yang nggak mungkin kita tinggalkan begitu saja. Masalah merdeka atau tidak, itu.
Nah jadi barangkali, sebagai generasi yang telah melek internet dan melek problema internasional--kita bisa kali, ya, jadi penyambung lidah rakyat Miangas agar mereka tetap menjadi bagian dari Indonesia? Caranya sih, IMO, yang paling mudah, adalah memperkenalkan mereka pada dunia--setidaknya Indonesia sendiri. Seperti yang sudah kamu lakukan! Terima kasih atas tulisannya! o/
Apakah Indonesia bisa seperti Cina??maju dalam hal ekonominya..bagaimana pendapat anda?
BalasHapusAh, pulau Miangas. Lucunya, pemerintah kita baru tap tap kalau sudah ada konflik, terutama jika pulau pulau terluar milik kita ini di klaim oleh negara tetangga. Bukan hanya Miangas, pulau pulau lain, bahkan seperti Natuna juga dieksploitasi oleh negara lain (minyak) dan itu benar benar merugikan negara kita. Apalagi sebagai negara yang kaya sumber daya laut, kita harus sadar bahwa kita sebenarnya bisa 'memberi makan' orang orang di Asia Tenggara loh! Semoga, para pejabat yang agung disana, mulai melirik potensi pulau pulau terluar, mulai adakan pembangunan infrastruktur dan faslitas yang memadai, jadi tidak akan ada pagi isu pengklaiman pulau terluar kita.
BalasHapusbagus artikelnya. semangat menulis ya!! ^^
Begitulah :> Kita ini negara besar yang penuh SDA dan SDM tapi ya kurang dimaksimalkan. Menurut saya, pemerintah terlalu sibuk dengan pembangunan di Jawa yang sebenarnya sudah padat penduduknya. Dan semoga pembangunan bandara oleh Pak Jonan benar-benar terwujud ^^
HapusAh, pulau Miangas. Lucunya, pemerintah kita baru tap tap kalau sudah ada konflik, terutama jika pulau pulau terluar milik kita ini di klaim oleh negara tetangga. Bukan hanya Miangas, pulau pulau lain, bahkan seperti Natuna juga dieksploitasi oleh negara lain (minyak) dan itu benar benar merugikan negara kita. Apalagi sebagai negara yang kaya sumber daya laut, kita harus sadar bahwa kita sebenarnya bisa 'memberi makan' orang orang di Asia Tenggara loh! Semoga, para pejabat yang agung disana, mulai melirik potensi pulau pulau terluar, mulai adakan pembangunan infrastruktur dan faslitas yang memadai, jadi tidak akan ada pagi isu pengklaiman pulau terluar kita.
BalasHapusbagus artikelnya. semangat menulis ya!! ^^
Apa potensi Pulau Miangas yang bisa dikembangkan oleh pemerintah? Apakah sektor pariwisata, kekayaan alam, atau hasil buminya?
BalasHapusArtikel ini sudah baik. Sedikit saran dari saya, saya rasa boleh ditambah opini penulis. Mungkin juga akan lebih menarik jika dijelaskan lebih lanjut soal kebijakan pemerintah Indonesia terhadap Pulau Miangas.